Pages

Saturday, January 5, 2013

LKMM-TD HUMANIKA 2012 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER


Himpunan  Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA) Universitas Muhammadiyah Jember telah mencetak sejarah, untuk pertama kalinya melaksanakan LKMM-TD (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember, kegiatan ini digelar pada tanggal 15 – 16 Desember 2012 dengan mengusung sebuah tema “Membangun Potensi Mahasiswa Yang Memiliki Pola Pikir Visioner Demi Meningkatkan Kualitas Organisasi”, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran berorganisasi, meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa, serta menyentuh rasa tanggungjawab mahasiswa Teknik Informatika akan jurusannya.

Kegiatan ini berdasarkan pada konsep kepemanduan dimana penyampaian materi lebih banyak melibatkan peserta sehingga berbeda dari pelatihan – pelatihan pada umumnya, peserta didorong untuk mengungkapkan pendapatnya masing – masing sehingga suasana di ruang pelatihan lebih hidup, pada tiap akhir sesi materi hampir seluruhnya dilakukan simulasi dengan tujuan pemahaman akan materi bisa lebih cepat dan efektif melalui pengalaman terkendali.

Materi yang diberikan di dalam LKMM-TD HUMANIKA mengacu pada kurikulum LKMM yang dibentuk oleh DIKTI dengan penyesuaian yang proporsional, beberapa diantaranya adalah AKL (Analisa Kondisi Lingkungan), Administrasi Umum, TUK (Tolok Ukur Keberhasilan), KAUK (Komunikasi Antar Unit Kerja), PKK (Pengorganisasian Kegiatan dan Kepanitiaan), PJK (Perencanaan Jadwal Kerja), PUK (Penyusunan Usulan Kerja), TWB (Team Work Building), dan Pengambilan Keputusan, selain itu ada beberapa materi tambahan yaitu Analisa Tema serta Wawasan Kekinian HUMANIKA.

Pemateri pada LKMM-TD disebut dengan Pemandu dan diambil dari berbagai kalangan internal Universitas Muhammadiyah Jember, ada dari pihak dosen, mahasiswa, serta lembaga psikologi, dengan peserta LKMM-TD adalah mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2010 – 2012. Jumlah peserta yang semula 18 orang menyusut menjadi 7 orang pada hari kedua sampai LKMM-TD berakhir, akan tetapi hal ini tidak dianggap sebagai suatu masalah oleh pihak panitia karena memang tidak mengurangi esensi dan pelaksanaan LKMM. KPP (Kegiatan Pasca pelatihan) menjadi proyek akhir yang harus dilakukan oleh para peserta, disini para peserta dibagi menjadi kelompok – kelompok kecil untuk merumuskan suatu kegiatan sebagai evaluasi keseluruhan dari LKMM yang kemudian harus bisa direalisasikan untuk kepengurusan HUMANIKA periode berikutnya.

Yang terakhir, penulis disini menyimpulkan bahwasanya HUMANIKA telah berani dan berhasil menorehkan satu sejarah besar dalam kehidupan ormawa di Universitas Muhammadiyah Jember, membentuk bibit – bibit unggul kader HUMANIKA dan menciptakan momen kebangkitan organisasi kemahasiswaan.

Friday, June 22, 2012

IT Outsourcing


IT Outsourcing adalah pelimpahan tanggungjawab dan wewenang kepada pihak diluar organisasi atau perusahaan dalam rangka penyelenggaraan proses bisnis dalam lingkup IT tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
Proses bisnis yang di-outsourcing-kan biasanya merupakan penunjang dari proses inti, atau bisa juga dikatakan sebagai bagian tertentu dari keseluruhan bidang garap pada IT, sebagai contoh, maintenance peralatan aset IT, juga perbaikan alat IT yang rusak,  biasanya akan diserahkan kepada vendor, sedangkan bidang garap lainnya yang sekiranya menyangkut tentang kerahasiaan, skala performa, kontinuitas, dan reputasi perusahaan atau organisasi, masih menjadi tanggungjawab internal, logikanya jika pekerjaan – pekerjaan yang vital diserahkan kepada pihak diluar perusahaan maka resikonya semakin besar terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
Permasalahan SDM yang capable di bidang IT juga merupakan salah satu alasan kenapa ada IT outsourcing, bisa dibayangkan, apabila pada suatu perusahaan hanya sedikit atau bahkan tidak ada karyawan yang “mumpuni” pada bidang IT,  sedangkan pada saat ini sudah bukan rahasia lagi bahwasanya perusahaan skala kecil pun pasti sedikit banyak menerapkan IT di dalam operasionalnya.
Outsourcing saat ini telah menjadi strategi manajemen yang penting pada suatu perusahaan dengan tujuan mengurangi biaya dari segi ketenaga kerjaan, serta lebih menjadikan suatu perusahaan fokus terhadap tujuan akhir yang dicanangkan. Namun terdapat juga beberapa kendala yang muncul apabila suatu perusahaan menerapkan sistem outsource, seperti : masalah kualitas, masalah legalitas, masalah keamanan dan integritas terhadap data dan kerahasiaan perusahaan. Tetapi permasalahan seputar outsource ini bisa diatasi jika jajaran manajemen terkait ikut aktif terlibat untuk mencegah  dan menanggulangi, hendaknya jajaran manajemen terkait bisa memetakan porsi manakah yang memang harus memakai sistem outsource dan mana yang tidak, selektif di dalam pemilihan jasa outsource, memperhitungkan segala resiko yang akan timbul, serta melakukan pengawasan secara ketat.

Beberapa istilah di dalam IT outsourcing yang menarik adalah :
  • Insourcing, yaitu kebalikan dari outsourcing, pekerjaan seputar IT yang seharusnya memakai jasa outsource dikerjakan sendiri secara internal oleh karyawan pada perusahaan tersebut.
  • Cosourcing, yaitu dimana suatu bidang garap  IT dikerjakan bersama sama baik oleh karyaawan internal perusahaan tersebut dengan para tenaga outsource.
Kedua sistem outsource diatas bisa diterapkan dengan pertimbangan – pertimbangan tertentu, biasanya faktor yang mempengaruhi adalah : integritas, keamanan, biaya, skala prioritas, serta tingkat kesulitan pekerjaan. Sebagai contoh : pembuatan aplikasi penunjang untuk salah satu bisnis proses pada suatu perusahaan, pembuatan aplikasi ini bisa dikerjakan secara insource apabila ada karyawan perusahaan tersebut yang bisa mengerjakannya, sebaliknya pembuatan aplikasi tersebut harus di-outsource-kan jika memang tidak ada yang mampu mengerjakannya.

IT Disaster Recovery


IT disaster recovery adalah aktivitas yang dilakukan ketika terjadi bencana, termasuk penggunaan sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung penyediaan layanan IT sehingga proses bisnis tetap berjalan. Yang dimaksud dengan bencana adalah semua peristiwa baik yang disebabkan oleh faktor alam, teknologi, serta campur tangan manusia dalam skala yang besar sehingga mengganggu sistem yang ada.
Dengan resiko seperti yang telah disebutkan diatas, maka hendaknya tiap organisasi atau perusahaan mempunyai rencana detail dan terperinci untuk penanggulangan bencana, karena seperti yang telah kita ketahui bahwasanya bencana sering terjadi secara tiba-tiba, apabila tidak mempunyai suatu langkah atau tindakan penanggulangan maka bisa dipastikan mengganggu proses bisnis yang berjalan.
Metode untuk IT disaster recovery adalah dengan menggunakan model ITDRP (IT Disaster Recovery Planning), yaitu mempersiapkan 7 domain yang terkait dengan IT disaster recovery : IT disaster identification and notification, preparing organizational members,  IT services analysis,  recovery process, backup procedures, offsite storage, and  maintenance, kemudian menentukan aktivitas pendukung berdasarkan domain yang telah dibuat.
Alternatif metode yang bisa digunakan untuk IT disaster recovery pada perbankan adalah menggunakan model ITCP (IT Contingency Planning), yaitu menentukan skala prioritas berdasarkan segi keuangan, operasional, reputasi, dan regulasi, yang kemudian digunakan untuk menentukan strategi atau langkah urutan yang harus diambil dalam IT disaster recovery.