Pages

Friday, June 22, 2012

IT Outsourcing


IT Outsourcing adalah pelimpahan tanggungjawab dan wewenang kepada pihak diluar organisasi atau perusahaan dalam rangka penyelenggaraan proses bisnis dalam lingkup IT tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
Proses bisnis yang di-outsourcing-kan biasanya merupakan penunjang dari proses inti, atau bisa juga dikatakan sebagai bagian tertentu dari keseluruhan bidang garap pada IT, sebagai contoh, maintenance peralatan aset IT, juga perbaikan alat IT yang rusak,  biasanya akan diserahkan kepada vendor, sedangkan bidang garap lainnya yang sekiranya menyangkut tentang kerahasiaan, skala performa, kontinuitas, dan reputasi perusahaan atau organisasi, masih menjadi tanggungjawab internal, logikanya jika pekerjaan – pekerjaan yang vital diserahkan kepada pihak diluar perusahaan maka resikonya semakin besar terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
Permasalahan SDM yang capable di bidang IT juga merupakan salah satu alasan kenapa ada IT outsourcing, bisa dibayangkan, apabila pada suatu perusahaan hanya sedikit atau bahkan tidak ada karyawan yang “mumpuni” pada bidang IT,  sedangkan pada saat ini sudah bukan rahasia lagi bahwasanya perusahaan skala kecil pun pasti sedikit banyak menerapkan IT di dalam operasionalnya.
Outsourcing saat ini telah menjadi strategi manajemen yang penting pada suatu perusahaan dengan tujuan mengurangi biaya dari segi ketenaga kerjaan, serta lebih menjadikan suatu perusahaan fokus terhadap tujuan akhir yang dicanangkan. Namun terdapat juga beberapa kendala yang muncul apabila suatu perusahaan menerapkan sistem outsource, seperti : masalah kualitas, masalah legalitas, masalah keamanan dan integritas terhadap data dan kerahasiaan perusahaan. Tetapi permasalahan seputar outsource ini bisa diatasi jika jajaran manajemen terkait ikut aktif terlibat untuk mencegah  dan menanggulangi, hendaknya jajaran manajemen terkait bisa memetakan porsi manakah yang memang harus memakai sistem outsource dan mana yang tidak, selektif di dalam pemilihan jasa outsource, memperhitungkan segala resiko yang akan timbul, serta melakukan pengawasan secara ketat.

Beberapa istilah di dalam IT outsourcing yang menarik adalah :
  • Insourcing, yaitu kebalikan dari outsourcing, pekerjaan seputar IT yang seharusnya memakai jasa outsource dikerjakan sendiri secara internal oleh karyawan pada perusahaan tersebut.
  • Cosourcing, yaitu dimana suatu bidang garap  IT dikerjakan bersama sama baik oleh karyaawan internal perusahaan tersebut dengan para tenaga outsource.
Kedua sistem outsource diatas bisa diterapkan dengan pertimbangan – pertimbangan tertentu, biasanya faktor yang mempengaruhi adalah : integritas, keamanan, biaya, skala prioritas, serta tingkat kesulitan pekerjaan. Sebagai contoh : pembuatan aplikasi penunjang untuk salah satu bisnis proses pada suatu perusahaan, pembuatan aplikasi ini bisa dikerjakan secara insource apabila ada karyawan perusahaan tersebut yang bisa mengerjakannya, sebaliknya pembuatan aplikasi tersebut harus di-outsource-kan jika memang tidak ada yang mampu mengerjakannya.

IT Disaster Recovery


IT disaster recovery adalah aktivitas yang dilakukan ketika terjadi bencana, termasuk penggunaan sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung penyediaan layanan IT sehingga proses bisnis tetap berjalan. Yang dimaksud dengan bencana adalah semua peristiwa baik yang disebabkan oleh faktor alam, teknologi, serta campur tangan manusia dalam skala yang besar sehingga mengganggu sistem yang ada.
Dengan resiko seperti yang telah disebutkan diatas, maka hendaknya tiap organisasi atau perusahaan mempunyai rencana detail dan terperinci untuk penanggulangan bencana, karena seperti yang telah kita ketahui bahwasanya bencana sering terjadi secara tiba-tiba, apabila tidak mempunyai suatu langkah atau tindakan penanggulangan maka bisa dipastikan mengganggu proses bisnis yang berjalan.
Metode untuk IT disaster recovery adalah dengan menggunakan model ITDRP (IT Disaster Recovery Planning), yaitu mempersiapkan 7 domain yang terkait dengan IT disaster recovery : IT disaster identification and notification, preparing organizational members,  IT services analysis,  recovery process, backup procedures, offsite storage, and  maintenance, kemudian menentukan aktivitas pendukung berdasarkan domain yang telah dibuat.
Alternatif metode yang bisa digunakan untuk IT disaster recovery pada perbankan adalah menggunakan model ITCP (IT Contingency Planning), yaitu menentukan skala prioritas berdasarkan segi keuangan, operasional, reputasi, dan regulasi, yang kemudian digunakan untuk menentukan strategi atau langkah urutan yang harus diambil dalam IT disaster recovery.

Wednesday, May 23, 2012

Cek Garansi Hardisk

Tulisan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara untuk cek garansi hardisk hasil produksi beberapa vendor disertai link alamat klaim garansi masing masing vendor berikut capture (Seagate dan Western Digital) websitenya.

Sedikit pengantar bahwasanya seringkali kita memvonis hardisk yang sudah rusak (tidak detect pada semua komputer, bad sector, read/write tidak normal) sudah tidak bisa diapa-apakan lagi, sebaiknya kita jangan terburu-buru mempunyai pikiran seperti itu, ada baiknya kita cek dulu garansinya (garansi global langsung dari pabrik) kalo ternyata masih ada garansi berarti bisa kita klaim untuk dapat gantinya, jadi bisa dapet hardisk baru deh :)

Catatan penting apabila kita ingin klaim garansi ke pabrik/vendor adalah kondisi fisik hardisk harus mendekati "sempurna" dalam artian tidak ada cacat fisik seperti : penyok, lubang baut aus, stiker label utuh, circuit board (biasanya berwarna hijau) tidak terbakar.

Link cek garansi beberapa vendor : 
NOTE : Kalo untuk klaim garansi kita harus kirim sendiri ke pabriknya, atau pake jasa klaim hardisk :)

beberapa penampakan website untuk cek garansi hardisk :

Seagate


Western Digital



Semoga tulisan ini bisa membantu pembaca :D (silahkan di share...nyantai aja...hehehehe....)