Pages

Thursday, April 5, 2012

Paradoks dalam Teknologi Informasi

Penerapan dan perkembangan Teknologi Informasi (TI) untuk meningkatkan performa di dalam dunia bisnis mulai dipertanyakan sejak tahun 1980 oleh para pakar dan peneliti manjemen, meskipun telah seringkali dilakukan riset tentang dampak nyata TI, belum ada kesimpulan yang bisa melegakan, hal ini menciptakan suatu istilah baru yang kemudian biasa disebut dengan Paradoks TI.
Paradoks mempunyai arti sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi (sumber : wikipedia), atau bisa juga berarti  pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran (sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan teknologi atau hasil rekayasa manusia apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi, teknologi ini mempunyai fokus pada pengolahan informasi, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, valid, dan relevan.
Pengertian mengenai Paradoks TI bisa kita simpulkan dari dua definisi diatas, yaitu pertentangan atau penyanggahan tentang manfaat Teknologi Informasi di dalam penerapannya, bisa juga diartikan sebagai keraguan atau mempertanyakan apakah memang benar Teknologi Informasi di dalam penerapannya bisa berguna dan membawa kemudahan.
Paradoks TI memang paling sering muncul di dalam dunia industri, dimana proses bisnis sangat erat kaitannya dengan industri. Seperti yang kita ketahui, banyak perusahaan yang melakukan investasi besar untuk implementasi TI, baik dari segi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komputer, maupun aplikasi pendukung, dengan tujuan melakukan efisiensi sehingga produktivitas dan efektifitas bisa ditingkatkan. Baik perusahaan skala besar maupun kecil pasti memilih untuk menginvestasikan modal yang dialokasikan pada pengembangan teknologi informasi dengan asumsi bahwa di kemudian hari akan membawa kemudahan. Dampak nyata dari penerapan dan pengembangan TI akan dipertanyakan ketika produktivitas suatu perusahaan tidak kunjung meningkat, atau bahkan menurun, juga ketika muncul kerugian di sektor lain.
Produktivitas diartikan oleh para ekonom sebagai jumlah keluaran (jumlah nilai rata rata produksi) yang dibagi dengan jumlah masukan (usaha untuk mencapai keluaran), memang jika dilihat dengan definisi seperti ini, yang lebih identik dengan biaya, maka penerapan dan pengembangan TI akan menyajikan nilai input yang besar dibandingkan dengan outputnya, karena itu definisi seperti ini tidak selalu berlaku di dalam dunia TI, karena penerapan dan pengembangan TI bersifat kasuistik, selain itu penerapan dan pengembangan TI bisa jadi berfungsi sebagai penunjang dari keseluruhan sistem yang ada.
Contoh yang bisa diambil untuk memperjelas uraian diatas adalah,  suatu institusi pendidikan tinggi yang memutuskan untuk menggunakan sistem informasi yang menyeluruh dan lengkap, menyentuh semua bidang kerja, mulai dari keuangan, akademik, administrasi, kemahasiswaan, inventaris sarana dan prasarana, tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengadaan sarana penunjang (hardware dan software), pelatihan untuk petugas – petugas operasional, bahkan mungkin juga memerlukan penambahan atau renovasi ruangan, padahal belum tentu pengimplementasian ini akan meningkatkan kinerja seluruh civitas akademik, belum lagi apabila dilihat dari segi lulusan yang dihasilkan, tidak menjamin bahwasanya dengan implementasi tersebut lulusan yang dihasilkan akan berkualitas, akan tetapi implementasi ini pasti akan membawa kemudahan operasional, seperti : mempercepat komunikasi antar bidang kerja, kemudahan dalam urusan administrasi, juga proses dokumentasi.

Wednesday, April 4, 2012

Pengelolaan Sumber Daya Teknologi Informasi dengan acuan Hukum Moore, Metcalfe, dan Coase


Teknologi Informasi adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan teknologi atau hasil rekayasa manusia apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi, teknologi ini mempunyai fokus pada pengolahan informasi, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, valid, dan relevan.

Perkembangan Teknologi Informasi juga semakin pesat, seiring dengan tuntutan akan pemenuhan kebutuhan informasi oleh manusia, mulai dari lingkup individu, kelompok, bahkan sampai lingkup organisasi.

Penerapan Teknologi Informasi memberi manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, dulu yang berkirim surat sekarang bisa melalui email atau SMS, pembayaran rekening yang dulu harus datang sekarang melalui internet bisa, semua jadi lebih mudah.

Teknologi Informasi bisa juga tidak optimal di dalam penerapannya apabila sumber daya yang terkait tidak dimaksimalkan, adapun faktor faktor yang mempengaruhi penerapan Teknologi Informasi diantaranya adalah :
  • ·         User
  • ·         Perangkat Lunak (Software)
  • ·         Perangkat Keras (Hardware)
  • ·         Jaringan Komputer
  • ·         Policy
  • ·         Data
Berkaitan dengan sumber daya Teknologi Informasi ini, ada beberapa kaidah yang mempengaruhi, diantaranya Hukum Moore (diutarakan oleh Gordon E. Moore pada tahun 1970 yang menyatakan bahwa kecepatan microprocessor akan meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan), Hukum Metcalfe (disempurnakan oleh Robert Metcalfe pada tahun 1980 - dari formulasi George Gilder pada 1993 – yang menyatakan bahwa manfaat yang diperoleh oleh seseorang yang bergabung dengan suatu jaringan yang telah memiliki N anggota, adalah berbanding lurus dengan N(N-1)/2, atau dengan mudah bisa dikatakan bahwa manfaat yang didapatkan dalam sebuah jaringan berbanding lurus dengan jumlah penggunanya), dan Hukum Coase (dikemukakan oleh Ronald Harry Coase pada tahun 1910 yang menyatakan bahwa seiring dengan turunnya biaya transaksi, akan berkembanglah sebuah organisasi kecil, atau struktur organisasi berkembang seiring semakin efisiennya biaya transaksi).

Hubungan ketiga hukum diatas bisa disimpulkan seperti berikut :
  1. Teknologi Informasi akan terus berkembang dengan cepat sehingga diperlukan juga pengembangan kualitas SDM untuk perkembangan software dan hardware.
  2. Teknologi Informasi sebaiknya bisa dinikmati oleh semua pihak, selain untuk kemudahan penyebaran informasi, juga untuk mempercepat penyampaian informasi. 
  3. Teknologi Informasi diterapkan untuk meningkatkan efisiensi yang berpengaruh terhadap waktu dan biaya.
sumber : wikipedia, berbagai sumber lainnya