Penerapan dan perkembangan Teknologi Informasi (TI) untuk meningkatkan performa di dalam dunia bisnis mulai dipertanyakan sejak tahun 1980 oleh para pakar dan peneliti manjemen, meskipun telah seringkali dilakukan riset tentang dampak nyata TI, belum ada kesimpulan yang bisa melegakan, hal ini menciptakan suatu istilah baru yang kemudian biasa disebut dengan Paradoks TI.
Paradoks mempunyai arti sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi (sumber : wikipedia), atau bisa juga berarti pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran (sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan teknologi atau hasil rekayasa manusia apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi, teknologi ini mempunyai fokus pada pengolahan informasi, sehingga dihasilkan informasi yang akurat, valid, dan relevan.
Pengertian mengenai Paradoks TI bisa kita simpulkan dari dua definisi diatas, yaitu pertentangan atau penyanggahan tentang manfaat Teknologi Informasi di dalam penerapannya, bisa juga diartikan sebagai keraguan atau mempertanyakan apakah memang benar Teknologi Informasi di dalam penerapannya bisa berguna dan membawa kemudahan.
Paradoks TI memang paling sering muncul di dalam dunia industri, dimana proses bisnis sangat erat kaitannya dengan industri. Seperti yang kita ketahui, banyak perusahaan yang melakukan investasi besar untuk implementasi TI, baik dari segi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komputer, maupun aplikasi pendukung, dengan tujuan melakukan efisiensi sehingga produktivitas dan efektifitas bisa ditingkatkan. Baik perusahaan skala besar maupun kecil pasti memilih untuk menginvestasikan modal yang dialokasikan pada pengembangan teknologi informasi dengan asumsi bahwa di kemudian hari akan membawa kemudahan. Dampak nyata dari penerapan dan pengembangan TI akan dipertanyakan ketika produktivitas suatu perusahaan tidak kunjung meningkat, atau bahkan menurun, juga ketika muncul kerugian di sektor lain.
Produktivitas diartikan oleh para ekonom sebagai jumlah keluaran (jumlah nilai rata rata produksi) yang dibagi dengan jumlah masukan (usaha untuk mencapai keluaran), memang jika dilihat dengan definisi seperti ini, yang lebih identik dengan biaya, maka penerapan dan pengembangan TI akan menyajikan nilai input yang besar dibandingkan dengan outputnya, karena itu definisi seperti ini tidak selalu berlaku di dalam dunia TI, karena penerapan dan pengembangan TI bersifat kasuistik, selain itu penerapan dan pengembangan TI bisa jadi berfungsi sebagai penunjang dari keseluruhan sistem yang ada.
Contoh yang bisa diambil untuk memperjelas uraian diatas adalah, suatu institusi pendidikan tinggi yang memutuskan untuk menggunakan sistem informasi yang menyeluruh dan lengkap, menyentuh semua bidang kerja, mulai dari keuangan, akademik, administrasi, kemahasiswaan, inventaris sarana dan prasarana, tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengadaan sarana penunjang (hardware dan software), pelatihan untuk petugas – petugas operasional, bahkan mungkin juga memerlukan penambahan atau renovasi ruangan, padahal belum tentu pengimplementasian ini akan meningkatkan kinerja seluruh civitas akademik, belum lagi apabila dilihat dari segi lulusan yang dihasilkan, tidak menjamin bahwasanya dengan implementasi tersebut lulusan yang dihasilkan akan berkualitas, akan tetapi implementasi ini pasti akan membawa kemudahan operasional, seperti : mempercepat komunikasi antar bidang kerja, kemudahan dalam urusan administrasi, juga proses dokumentasi.
Teruslah menulis Pak Dosen. Itung2 gawe latian nulis jurnal.
ReplyDeleteLha iyo...ngene iki tibak'e S2 iku :D hahahahahaha...!!!
Delete